Sabtu, 23 Juni 2012

Caraku menikmati hidup…


Beautiful My Life
Kehidupan laksana perjalanan panjang untuk sebuah tujuan. Bagi beberapa manusia, hidup tak ubahnya seperti panggung sandiwara
Berbicara tentang kehidupan, akan banyak sisi yang terkait, mulai dari keluarga, pekerjaan, teman, lingkungan, percintaan hingga keyakinan
Kehidupan takkan pernah selalu lurus dan mulus, itu adalah mutlak

Karena, jika kau mau bertanya kepada semua manusia
Apakah hidup mu, cukup mulus dengan segalanya ?
Pasti jawabnya adalah tidak
Bukan rahasia lagi, hidup adalah perjalanan yang sesekali akan ada batu sandungan yang menghalangi mulusnya sebuah perjalanan
Seperti, ketika seseorang berkendaraan untuk bepergian ke sebuah tempat
Dalam perjalanannya takkan mungkin mulus-mulus saja, minimal akan ada lampu merah yang menghalangi ketika berada di stopan lalu lintas, belum lagi terkadang, mengalami ban bocor, jalan yang bebatuan, dan kemacetan
Dan itulah, karena hidup banyak rasa

Jengah dengan sebuah keadaan, pastilah itu ada
Dan semangat hidup pun bisa up and down

Berdoa, curhat, ataupun berkeluh kesah kepada Nya
Adalah 1 dari beberapa caraku menikmati kejengahan hidup yang ku miliki
Dan ada yang berbeda, tak pernah bosan rasanya ketika
Bersenda gurau dengan Allah lewat sebuah tangisan, lewat sebuah renungan dan sesengukkan
Belajar, ya aku menjalani hidup ini seperti seorang murid yang tengah menimba ilmu di sebuah sekolah, yakni sekolah kehidupan
Hidup itu perjalanan, hidup itu pengorbanan, hidup itu perjuangan dan hidup itu belajar
Aku belajar memahami Mu Ya Allah, aku belajar mengerti dengan setiap yang Engkau maksudkan untukku
Aku masih terus dan akan terus belajar, memahami Engkau hingga aku menutup usia



Dan karena aku merasa aku selalu membutuhkan Engkau Ya Allah
Maka aku mampu jalani semua dengan di selingi tawa dan senyuman
Tak ada yang abadi di dunia ini
Duka, nestapa dan bahagia
Semua ada masanya

Hingga,kian waktu aku kian menyadari
Bahwasanya kebutuhanku kepada Mu
Lebih dari segalanya
Semua yang membuatku bahagia sesaat
Tak ubahnya bagian dari caraku untuk dekat kepada Mu
Hingga nantinya, aku percaya
Akan ada kebahagian hakiki
Yang Engkau berikan kepada hamba

Dan sejauh kakiku melangkah
Aku berusaha menjadi hamba yang lebih baik lagi di hadapan Mu, bermanfaat untuk sekelilingku dan lebih dekat lagi dan lagi kepada Engkau Ya Rabb
Dengan segala keterbatasan dan kemampuan yang aku miliki, aku berusaha menikmati hidup yang telah Engkau beri
Dan karena hidup memanglah pilihan
Aku hanya berharap, apa yang aku pilih hingga detik ini aku miliki
Adalah sesuatu yang tidak salah, dengan satu tujuan mengharapkan ridho Mu
Dekat dengan Mu dan Rosul Mu
Bukan sesuatu hal yang semu
Terlihat baik, seperti mendekatkan ku kepada Engkau
Tapi nyatanya, tak lebih dari tipuan syaitan terkutuk belaka


Senin, 23 April 2012

You are My everything


keheningan kian melengkapi rasa kesepian yang aku punya, di iringi  dengan indahnya sayup-sayup suara musik di dalam hands free semakin mebuatku semangat untuk menorehkan sesuatu di atas lembaran Microsoft word

terdiam sejenak, berfikir untuk mencari topik yang akan ku ketik
terlintas, tema cinta yang sangat kaya akan cerita
namun, ku fikir dua kali untuk mengawalinya, jengah menulis seuatu tentang cinta, karna tak urung endingnya hanya akan menyakitkan atau mengenaskan, jika tidak patah hati atau di tinggal mati bahkan di khianati
tapi, bukankah cinta itu memang luas untuk di bicarakan
tak harus cinta antara laki-laki dan wanita kan, karna ibu dan anak pun adalah hubungan percintaan, kakak dan adik, dan yang terpenting harusnya adalah hubungan percintaan antara hamba dan Tuhannya

ku coba untuk menelaah kembali hubungan percintaanku dengan Tuhan, sudahkah memiliki kualitas yang cukup baik, untuk di hantarkan pada tahap yang lebih tingggi. Dan, peristiwa beberapa waktu belakangan ini pun menjadi salah satu faktor pendukung yang mempengaruhi peningkatan atau penurunan kualitas percintaanku kepada Sang Pemilik Jagad Raya
semakin sakit memang rasanya, tapi aku jadi mengerti
ternyata yang lalu tidak terlalu menyakitkan, di bandingkan dengan yang sekarang. Dan hasil yang cukup memuaskan, adalah semakin kuat menerima kenyataan, biasanya merana, meratapi, dan menangis terseduh-seduh
kini hanya berkaca-kaca sambil tersenyum, karena memang sulit untuk menangis
berusaha mengalahi rasa, dan membiarkan setan yang memenangkannya, tapi maaf sayangnya tak jua ku larut dalam buaian makhluk terkutuk itu, dan entah kenapa aku justru merasa begitu kuat Rabbi…

aku merasa jadi lebih mengerti akan hakikat diri, aku merasa lebih dekat selangkah dengan Mu, dengan Rosul Mu pula pastinya, dan aku merasa begitu ringan
rasa dengki, iri hati, marah, benci, protes itu tetap ada ketika melihat sekeliling tengah bahagia, dan jiwa ini pun menjadi merasa merana
namun, sekali lagi I feel, I get life miracle…
semakin ku turuti untuk iri, dan “okey fine, aku takkan mengelak dari rasa iriku, aku jalani dan takkan ku tampik, sekarang apa yang engkau mau wahai setan yang ada di dalam diri”
dan dia pun hanya terdiam, seolah ingin mengatakan “ya sudah aku akan musnah dari mu, karna iri memang bukan dirimu”
dialog yang memang cukup aneh, tapi itu yang kurasakan
aku kian kuat dan tegar menghadipinya, aku semakin ringan, dan semakin paham, bahwa prinsipku dan keyakinanku perlahan namun pasti tlah merasuk dalam jiwa dan ragaku, menjadi tolak ukur untukku memilih, menjalani dan bersikap dalam kehidupan yang aku miliki, yakni “aku hidup untuk Mu, dan kembali kepada Mu, hidup yang telah Kau berikan adalah jalanku untuk dekat kepada Mu, dan meski cara yang telah tertempuh hingga detik ini yang tertuang dalam rangkaiaan peristiwa tak mutlak semuanya adalah karna ulahku, namun karna campur tangan Mu pula, tugaskulah memilah dan memilihnya, hingga aku tersadar jika aku salah maka aku harus memperbaiki nya”

thank’s for everything, and You are my everything, one again You give me something special for my life God… Cinta Mu Ya Allah

Sabtu, 07 April 2012

Just Believe Allah...

kenangan itu untuk di kenang, bukan sebagai penghalang. Kalau pahit, ya sudah ditelan saja. Toh, nantinya akan hilang juga
masih percaya Tuhan kan ? bahwasanya, tak ada yang abadi di dunia ini
begitu pula, ketika merasakan pahit, manis, pedas, asam dan berbagai macam rasa hidup. Pastilah, rasa itu akan berubah-ubah seiring dengan jalannya waktu

dan hidup harus tetap berjalan apapun keadaannya
hanya orang bodoh yang mengakhiri hidupnya dengan sia-sia. Kalau kata Ryan d’massiv “syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah”
meski cara pandang manusia berbeda – beda dalam menyikapi kehidupan ini. Tapi tetap percaya akan Tuhan kan ?
bahwa, semua terjadi bukan begitu saja, namun karena ada maksud dan tujuannya

lantas, begitu sayang banget kalau harus meningglkan dunia tanpa tahu maksud dan tujuannya terlebih dahulu
bukan rahasia, kalau Tuhan Maha Segalanya, Dialah yang dapat mengucapkan kata Kun dalam seketika itu juga, Dia Pula yang pantas di sebut Maha Besar dan Maha Bijaksana, bahkan hanya Dia yang pantas memiliki sifat sombong
akan tetapi, itu tak semata-mata membuat makhluknya untuk pasrah dengan ke Maha Kuasaan Nya
karena Dia sendiri pun berkata :
takkan berubah nasib suatu kaum, jika ia tak mau merubahnya

campur tangan Nya ? sudah tentu pasti
namun, di sisi yang berbeda sebagai hamba yang dhaif pernahkan merasa malu, jika kita hanya bias menadah kepada Nya tanpa berusaha apa-apa

dan karena hidup adalah sebuah perjalan untuk sebuah tujuan
maka berusahalah, bekerjalah, berkaryalah, belajarlah, dan terus berlalu untuk tujuan itu

Tuhan, takkan marah jika engkau mau berlari kepada Nya
Karena di dalam keikhlasan ada kekuatan
Kekuatan yang besar untuk dapat mencapai tujuan itu
Dan aku percaya, hanya Allah yang patut aku percaya atas segalanya
Dan Rosulullah, adalah jembatanku untuk mengenal Nya

Jumat, 13 Januari 2012

duduk-duduk sendiri



duduk sendiri, sambil berfikir...
berfikir dan terus berfikir...mengapa ? kenapa ? ada apa ? kog begitu ? haruskah begini?hhhhhhh... God, hanya Kamu yang aku punya saat ini dan selamanya



serba repot jadi manusiasudah punya ini, pingin itusudah punya dua pingin tigamusim kemarau kepanasanmusim hujan kebanjiran...singgle, pingen doubleklo dah double, triple dstnyabingung dengan biaya...


Hmmmm... hidup memang sulit di tebak, kadang lurus kadang berlikusemua memiliki sisi-sisi yang begitu berbedaAllah... masih lamakah pencarian jati diriku yang sesungguhnya ?dalam kebisuan malamaku sering sekali merasakan kebingunganjenuh, dan bosan dengan keadaaningin sekali rasanyadapat lebih dekat lagi dengan Mu melalui sebuah kegiatantapi rasa malas sering banget menghampirisetan dalam diri sungguh tak pernah punya rasa letihuntuk terus menghasut hambaand then...aku tak punya cukup kekuatan untuk memusnahkannya



i always love You...hanya Engkau yang paling mengerti hambaBantu aku God, untuk terus maju menuju jalan Mu...



Jumat, 06 Januari 2012



Surabaya, 2 Januari 2012

Perjalanan yang penuh pengorbanan, hanya untuk menikmati indahnya pemandangan alam di puncak gunung Penangguangan Pandaan.

31 Desemberi 2011, tak seperti tahun-tahun sebelumnya
Aku menikmati malam tahun baru dengan menonton Televisi bersama Ibu dan Bapak sebagai anak tunggal

Dan tahun ini, ku putuskan untuk ikut ndaki  bersama kedua saudaraku di gunung Penanggungan, sebagai Pengalaman baru dalam 23 tahun perjalanan  hidupku
Sungguh sesuatu hal yang cukup memacu adrenalin, baik dari sisi fisik maupun mental
Pendakian start mulai pukul 18.00 malam, dan mencapai puncak bayangan Gunung penanggungan kurang lebih pukul 21.00 malam
Selama pendakian ada banyak perasaan yang ku rasakan, takut nyasar atau salah jalur, takut ketemu sesuatu yang aneh-aneh hehehe.. dan takut pulang ke rumah hanya tinggal nama doank (lebayyy_puol) ☺
Sesampai di Puncak bayangan gunung Penanggungan, ku nikmati kerlap kerlip lampu kota beserta percikan kembang api yang di iringi suara yang begitu bergemuruh
Hujan pun semakin melengkapi hawa dingin yang merasuk hingga tulang dan kalbuku (Preeeeeet ☺)

Subhanallah… Beginikah rasanya menjadi seorang Pecinta Alam, lewat sebuah Pendakian Gunung ?

Mungkin memang di rasa kurang kerjaan, hanya untuk menikmati Pemandangan Alam harus mengorbankan kaki lecet, tangan kasar, jatuh, njelungup, mberangkang, takut nyasar di hutan, takut ketemu ular, kesandung batu-batu besar
Hhhhhh… but, mungkin ada kenikmatan tersendiri bagi seorang Pendaki Sejati (pastinya)
Ada perasaan puas, tatkala berada di Puncak tertinggi sebuah Gunung, sejenak terbebas dari kepenatan aktivitas di kota, bangga karena berada di salah satu  ketinggian Gunung, sedangkan Presiden, orang kaya, orang pintar berada di sebuah lokasi yang letaknya dibawah Para Pendaki Gunung
Di Puncak mereka dapat bersahabat dengan Alam, dekat dengan awan, serta langit-langit bumi, sedangkan orang yang berada di bawah sana mana bisa ???? (numpak pesawat bisa juga kaleee...)

Sejenak beristirahat di dalam tenda, sambil menikmati gemericik hujan dan bunyi kembang api, dan Pukul 03.30 dini hari, aku dan kedua saudaraku melanjutkan Perjalan menuju Puncak Penanggungan yang sesungguhnya
Kan Kutaklukan engkau Penanggungan dengan penuh Perjuangan (lebay mood on)
Setapak demi setapak ku lalui, sungguh semakin tinggi Pendakian, jalan yang ku lalui semakin sulit, tak ayal rasa sesal, putus asa sesekali menghampiri
Pukul 05.00, awan mulai menampakkan kecerahannya, sedikit demi sedikit kegelapan langit berubah menjadi warna biru dan putih yg begitu cerah
Dari pijakan yang ku daki, sesekali aq menoleh ke belakang, dan ke bawah, dimana ku dapati pemandangan yang begitu mempesona
Di hadapanku terpampang gunung Arjuno dan Welirang yang begitu menakjubkan, sedangkan dari bawah kudapati hamparan hutan, sawah yang di dominasi warna hijau
Rumah-rumah di perkotaan, terlihat begitu kecil, seperti kotak-kotak miniatur bangunan
Semangatku kembali berkobar, jika dari sini saja kudapati keindahan alam yang begitu mempesona, lantas seberapa indahkah di Puncak sana ? (mosok sechhhh..)
Pukul 06.30, akhirnya sampai juga aq di Puncak Gunung Penanggungan
Subhanallah… Sungguh Maha Karya Yang Begitu Kereeeeeeen bgt
Hanya Allah Pemilik Kesempurnaan dan Hanya Dia Yang sejatinya pemilik segala pujian
Rasanya sulit untukku percaya, biasanya aku hanya melewati dan memandangi keindahan alam pegunungan dari kejauhan, kini aku berada di puncaknya, di ujung gunung yang terlihat begitu kecil dari kejauhan, dan ternyata cukup luas untuk di gunakan camping oleh para pendaki
Dan lelahku terbayar sudah dengan hamparan hutan dan sawah-sawah yang terlihat begitu mempesona, belum lagi Gunung Arjuno dan Welirang yang tepat di hadapan mata
Awan-awan yang berjalan beriringan, serta nafas yang mengeluarkan uap, serasa berada di dalam freezer (terlalu lebah ahh…)
Pukul 10.30 kami mulai lagi perjalanan turun gunung
Ampuuuun dech, aku merasa lebih lelah dari pada ketika pendakian
Mungkin karena tenaga utama tlah terpakai untuk mendaki, so… meskipun jalannya menurun tetap saja serasa ingin terpeleset ke jurang
Bersama dengan guyuran hujan yang setia menemani perjalan kami dari berangkat ke pandaan, pendakian, berada di Puncak Penanggungan, turun gunung (koyok mari topo ae ☺) hingga sampai di rumah kembali, akan menjadi kenangan dan pengalaman baru dalam hidupku yang tak terlupakan
Pertama kalinya aku menjadi manusia yang benar-benar bebas, dan menjalani perbersahabatan dengan alam
Dan hidup itu adalah, perjuangan, pengorbanan dan pilihan ;)
My Live My Adventure…
Thank’s to Allah, You are my best friend ;)