Surabaya, 2 Januari 2012
Perjalanan yang penuh pengorbanan, hanya untuk menikmati indahnya pemandangan alam di puncak gunung Penangguangan Pandaan.
31 Desemberi 2011, tak seperti tahun-tahun sebelumnya
Aku menikmati malam tahun baru dengan menonton Televisi bersama Ibu dan Bapak sebagai anak tunggal
Dan tahun ini, ku putuskan untuk ikut ndaki bersama kedua saudaraku di gunung Penanggungan, sebagai Pengalaman baru dalam 23 tahun perjalanan hidupku
Sungguh sesuatu hal yang cukup memacu adrenalin, baik dari sisi fisik maupun mental
Pendakian start mulai pukul 18.00 malam, dan mencapai puncak bayangan Gunung penanggungan kurang lebih pukul 21.00 malam
Selama pendakian ada banyak perasaan yang ku rasakan, takut nyasar atau salah jalur, takut ketemu sesuatu yang aneh-aneh hehehe.. dan takut pulang ke rumah hanya tinggal nama doank (lebayyy_puol) ☺
Sesampai di Puncak bayangan gunung Penanggungan, ku nikmati kerlap kerlip lampu kota beserta percikan kembang api yang di iringi suara yang begitu bergemuruh
Hujan pun semakin melengkapi hawa dingin yang merasuk hingga tulang dan kalbuku (Preeeeeet ☺)
Subhanallah… Beginikah rasanya menjadi seorang Pecinta Alam, lewat sebuah Pendakian Gunung ?
Mungkin memang di rasa kurang kerjaan, hanya untuk menikmati Pemandangan Alam harus mengorbankan kaki lecet, tangan kasar, jatuh, njelungup, mberangkang, takut nyasar di hutan, takut ketemu ular, kesandung batu-batu besar
Hhhhhh… but, mungkin ada kenikmatan tersendiri bagi seorang Pendaki Sejati (pastinya)
Ada perasaan puas, tatkala berada di Puncak tertinggi sebuah Gunung, sejenak terbebas dari kepenatan aktivitas di kota, bangga karena berada di salah satu ketinggian Gunung, sedangkan Presiden, orang kaya, orang pintar berada di sebuah lokasi yang letaknya dibawah Para Pendaki Gunung
Di Puncak mereka dapat bersahabat dengan Alam, dekat dengan awan, serta langit-langit bumi, sedangkan orang yang berada di bawah sana mana bisa ???? (numpak pesawat bisa juga kaleee...)
Sejenak beristirahat di dalam tenda, sambil menikmati gemericik hujan dan bunyi kembang api, dan Pukul 03.30 dini hari, aku dan kedua saudaraku melanjutkan Perjalan menuju Puncak Penanggungan yang sesungguhnya
Kan Kutaklukan engkau Penanggungan dengan penuh Perjuangan (lebay mood on)Setapak demi setapak ku lalui, sungguh semakin tinggi Pendakian, jalan yang ku lalui semakin sulit, tak ayal rasa sesal, putus asa sesekali menghampiri
Pukul 05.00, awan mulai menampakkan kecerahannya, sedikit demi sedikit kegelapan langit berubah menjadi warna biru dan putih yg begitu cerah
Dari pijakan yang ku daki, sesekali aq menoleh ke belakang, dan ke bawah, dimana ku dapati pemandangan yang begitu mempesona
Di hadapanku terpampang gunung Arjuno dan Welirang yang begitu menakjubkan, sedangkan dari bawah kudapati hamparan hutan, sawah yang di dominasi warna hijau
Rumah-rumah di perkotaan, terlihat begitu kecil, seperti kotak-kotak miniatur bangunan
Semangatku kembali berkobar, jika dari sini saja kudapati keindahan alam yang begitu mempesona, lantas seberapa indahkah di Puncak sana ? (mosok sechhhh..)
Pukul 06.30, akhirnya sampai juga aq di Puncak Gunung Penanggungan
Subhanallah… Sungguh Maha Karya Yang Begitu Kereeeeeeen bgtHanya Allah Pemilik Kesempurnaan dan Hanya Dia Yang sejatinya pemilik segala pujian
Rasanya sulit untukku percaya, biasanya aku hanya melewati dan memandangi keindahan alam pegunungan dari kejauhan, kini aku berada di puncaknya, di ujung gunung yang terlihat begitu kecil dari kejauhan, dan ternyata cukup luas untuk di gunakan camping oleh para pendaki
Dan lelahku terbayar sudah dengan hamparan hutan dan sawah-sawah yang terlihat begitu mempesona, belum lagi Gunung Arjuno dan Welirang yang tepat di hadapan mata
Awan-awan yang berjalan beriringan, serta nafas yang mengeluarkan uap, serasa berada di dalam freezer (terlalu lebah ahh…)
Pukul 10.30 kami mulai lagi perjalanan turun gunung
Ampuuuun dech, aku merasa lebih lelah dari pada ketika pendakian
Mungkin karena tenaga utama tlah terpakai untuk mendaki, so… meskipun jalannya menurun tetap saja serasa ingin terpeleset ke jurang
Bersama dengan guyuran hujan yang setia menemani perjalan kami dari berangkat ke pandaan, pendakian, berada di Puncak Penanggungan, turun gunung (koyok mari topo ae ☺) hingga sampai di rumah kembali, akan menjadi kenangan dan pengalaman baru dalam hidupku yang tak terlupakan
Pertama kalinya aku menjadi manusia yang benar-benar bebas, dan menjalani perbersahabatan dengan alam
Dan hidup itu adalah, perjuangan, pengorbanan dan pilihan ;)
My Live My Adventure…
Thank’s to Allah, You are my best friend ;)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar