Senin, 23 April 2012

You are My everything


keheningan kian melengkapi rasa kesepian yang aku punya, di iringi  dengan indahnya sayup-sayup suara musik di dalam hands free semakin mebuatku semangat untuk menorehkan sesuatu di atas lembaran Microsoft word

terdiam sejenak, berfikir untuk mencari topik yang akan ku ketik
terlintas, tema cinta yang sangat kaya akan cerita
namun, ku fikir dua kali untuk mengawalinya, jengah menulis seuatu tentang cinta, karna tak urung endingnya hanya akan menyakitkan atau mengenaskan, jika tidak patah hati atau di tinggal mati bahkan di khianati
tapi, bukankah cinta itu memang luas untuk di bicarakan
tak harus cinta antara laki-laki dan wanita kan, karna ibu dan anak pun adalah hubungan percintaan, kakak dan adik, dan yang terpenting harusnya adalah hubungan percintaan antara hamba dan Tuhannya

ku coba untuk menelaah kembali hubungan percintaanku dengan Tuhan, sudahkah memiliki kualitas yang cukup baik, untuk di hantarkan pada tahap yang lebih tingggi. Dan, peristiwa beberapa waktu belakangan ini pun menjadi salah satu faktor pendukung yang mempengaruhi peningkatan atau penurunan kualitas percintaanku kepada Sang Pemilik Jagad Raya
semakin sakit memang rasanya, tapi aku jadi mengerti
ternyata yang lalu tidak terlalu menyakitkan, di bandingkan dengan yang sekarang. Dan hasil yang cukup memuaskan, adalah semakin kuat menerima kenyataan, biasanya merana, meratapi, dan menangis terseduh-seduh
kini hanya berkaca-kaca sambil tersenyum, karena memang sulit untuk menangis
berusaha mengalahi rasa, dan membiarkan setan yang memenangkannya, tapi maaf sayangnya tak jua ku larut dalam buaian makhluk terkutuk itu, dan entah kenapa aku justru merasa begitu kuat Rabbi…

aku merasa jadi lebih mengerti akan hakikat diri, aku merasa lebih dekat selangkah dengan Mu, dengan Rosul Mu pula pastinya, dan aku merasa begitu ringan
rasa dengki, iri hati, marah, benci, protes itu tetap ada ketika melihat sekeliling tengah bahagia, dan jiwa ini pun menjadi merasa merana
namun, sekali lagi I feel, I get life miracle…
semakin ku turuti untuk iri, dan “okey fine, aku takkan mengelak dari rasa iriku, aku jalani dan takkan ku tampik, sekarang apa yang engkau mau wahai setan yang ada di dalam diri”
dan dia pun hanya terdiam, seolah ingin mengatakan “ya sudah aku akan musnah dari mu, karna iri memang bukan dirimu”
dialog yang memang cukup aneh, tapi itu yang kurasakan
aku kian kuat dan tegar menghadipinya, aku semakin ringan, dan semakin paham, bahwa prinsipku dan keyakinanku perlahan namun pasti tlah merasuk dalam jiwa dan ragaku, menjadi tolak ukur untukku memilih, menjalani dan bersikap dalam kehidupan yang aku miliki, yakni “aku hidup untuk Mu, dan kembali kepada Mu, hidup yang telah Kau berikan adalah jalanku untuk dekat kepada Mu, dan meski cara yang telah tertempuh hingga detik ini yang tertuang dalam rangkaiaan peristiwa tak mutlak semuanya adalah karna ulahku, namun karna campur tangan Mu pula, tugaskulah memilah dan memilihnya, hingga aku tersadar jika aku salah maka aku harus memperbaiki nya”

thank’s for everything, and You are my everything, one again You give me something special for my life God… Cinta Mu Ya Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar