kenangan itu untuk di kenang, bukan sebagai penghalang. Kalau pahit, ya sudah ditelan saja. Toh, nantinya akan hilang juga
masih percaya Tuhan kan ? bahwasanya, tak ada yang abadi di dunia ini
begitu pula, ketika merasakan pahit, manis, pedas, asam dan berbagai macam rasa hidup. Pastilah, rasa itu akan berubah-ubah seiring dengan jalannya waktu
dan hidup harus tetap berjalan apapun keadaannya
hanya orang bodoh yang mengakhiri hidupnya dengan sia-sia. Kalau kata Ryan d’massiv “syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah”
meski cara pandang manusia berbeda – beda dalam menyikapi kehidupan ini. Tapi tetap percaya akan Tuhan kan ?
bahwa, semua terjadi bukan begitu saja, namun karena ada maksud dan tujuannya
lantas, begitu sayang banget kalau harus meningglkan dunia tanpa tahu maksud dan tujuannya terlebih dahulu
bukan rahasia, kalau Tuhan Maha Segalanya, Dialah yang dapat mengucapkan kata Kun dalam seketika itu juga, Dia Pula yang pantas di sebut Maha Besar dan Maha Bijaksana, bahkan hanya Dia yang pantas memiliki sifat sombong
akan tetapi, itu tak semata-mata membuat makhluknya untuk pasrah dengan ke Maha Kuasaan Nya
karena Dia sendiri pun berkata :
takkan berubah nasib suatu kaum, jika ia tak mau merubahnya
campur tangan Nya ? sudah tentu pasti
namun, di sisi yang berbeda sebagai hamba yang dhaif pernahkan merasa malu, jika kita hanya bias menadah kepada Nya tanpa berusaha apa-apa
dan karena hidup adalah sebuah perjalan untuk sebuah tujuan
maka berusahalah, bekerjalah, berkaryalah, belajarlah, dan terus berlalu untuk tujuan itu
Tuhan, takkan marah jika engkau mau berlari kepada Nya
Karena di dalam keikhlasan ada kekuatan
Kekuatan yang besar untuk dapat mencapai tujuan itu
Dan aku percaya, hanya Allah yang patut aku percaya atas segalanya
Dan Rosulullah, adalah jembatanku untuk mengenal Nya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar